MINERAL DEPOSIT
Syamsidar Sutan Malim Polawan, ST.
Subjek : Endapan Hidrotermal (Epitermal)
Abstrak
Penyebaran mineral ekonomis di Indonesia ini tidak merata. Seperti halnya penyebaran batuan, penyebaran mineral ekonomis sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Indonesia yang rumit. Berkenaan dengan hal tersebut, maka usaha-usaha penelusuran keberadaan mineral ekonomis telah dilakukan oleh banyak orang. Mineral ekonomis adalah mineral bahan galian dan energi yang mempunyai nilai ekonomis. Mineral logam yang termasuk golongan ini adalah tembaga, besi, emas, perak, timah, nikel dan aluminium. Mineral non logam yang termasuk golongan ini adalah fosfat, mika, belerang, fluorit, mangan. Mineral industri adalah mineral bahan
Melihat kondisi geologinya, banyak ahli percaya bahwa bumi
Pendahuluan
Bijih (ore) adalah suatu mineral yang mengandung logam, atau suatu agregat mineral logam, yang dari sisi penambang dapat diambil suatu profit, atau dari sisi ahli metalurgi dapat diolah menjadi suatu profit. Secara terminologi kenampakan penggantian mineral dari kelompok mineral awal menjadi kumpulan mineral baru yang relatif lebih stabil pada kondisi hidrotermal antara lain dari suhu, tekanan, komposisi larutan.
Jenis endapan emas epitermal, pada 500 m bagian atas dari suatu sistem hidrotermal ini merupakan zone yang menarik dan terpenting. Disini terjadi perubahan-perubahan suhu dan yang maksimum dan tekanan mengalami fluktuasi-fluktuasi yang paling cepat. Fluktuasi-fluktuasi tekanan ini menyebabkan perekahan hidraulik (hydraulic fracturing), pendidihan (boiling), dan perubahan-perubahan hidrologi sistem yang mendadak. Proses-proses fisika ini secara langsung berhubungan dengan proses-proses kimiawi yang menyebabkan mineralisasi.
Fluida hidrotermal menyebabkan alterasi atau ubahan-ubahan pada batuan-batuan penerima (host rock) dan terjadinya mineralisasi unsur-unsur yang terbawa oleh fluida dalam bentuk antara lain: vein, veinlet, lode, stringer, stockwork, dan breksi eksplosi.
Alterasi dan mineralisasi ini membentuk zone-zone yang dibedakan sebagai berikut ini: Phyllic, Quartz+Illite, Quartz+Sericite, Adularia, dan Sulfidasi Rendah atau Sulfidasi Khlorida Netral. Endapan epitermal terbentuk pada kedalaman dangkal (~ 1 km) dan dalam kisaran suhu 50-250°C. Epitermal yang berarti lebih dangkal/dingin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar