Kegiatan eksplorasi, sangat dibantu dengan adanya analisa genetik batuan berupa data logging dan sampel mapping, analisa morfologi serta penentuan kendali geologi lainnya dari informasi data mapping, ini sangat berpengaruh terhadap penyebaran mineral menyangkut proses dan keterdapatan. selain itu juga dapat menggambarkan keadaan cebakan mineral. Sehingga dengan mengetahui dari aspek tersebut dapat menentukan metode-metode tepat guna untuk eksplorasi suatu endapan mineral untuk secara efisien.
Ada apa dengan Mineralisasi Nickel??
Morfologi
Endapan Nickel Memiliki morfologi yang menarik karena terdiri dari perbukitan bergelombang yang memanjang dibatasi oleh struktur. Secara keseluruhan dikontrol tiga sekaligus pola-pola pengaliran yang merupakan implementasi struktur antara lain, trelis, paralel dan dendritik. Lebar sayap punggungan rata-rata kurang lebih 50-550 meter. Hal ini diikuti dengan sebaran distribusi nikel laterite yang mengikuti trend morfologi di atas. pola pengaliran yang berkembang adalah umumnya trelis dan berkembang menjadi sub-dendritik dengan tingkat stadia sungai muda
Umumnya untuk Halmahera Tengah beriklim tropis-subtropis dengan temperatur udara rata-rata 29,2-35.7 derajat Celcius dan kelembaban udara relatif tinggi. Curah hujan yang cukup tinggi, yaitu berkisar kurang lebih 200mm - 600mm per bulan dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan maret dipengaruhi oleh angin pasat dari tenggara dan angin pasat dari selatan.
Struktur Geologi
Pulau-pulau kelompok, Indonesia Timur sebelah timurlaut provinsi dari Maluku Utara, berada pada garis katulistiwa antara 127oE dan 129oE. Pulau-pulau ini merupakan daerah dengan tektonik kompleks di percabangan lempeng Phillippine, Australian dan Eurasian (Baker dan Malaihollo, 1996). Sukamto et al (1981) mendiskripsikan tiga provinsi berhubungan dengan geologi terutama pada daerah provinsi Halmahera Timur-Waigeo, Provinsi Halmahera-Obi Barat dan provinsi Taulud_Tidore barat. Berdasarkan penelitian geologi merupakan suatu provinsi yang tidak mengalami volkanis dikarenakan oleh batuan dasar ophiolitic muncul dipermukaan di awal pengendapan Cretaceous. Sehingga provinsi Halmahera Barat diangap sebagai suatu busur volkanik yang klasik.
Daerah endapan nickel sangat dikontrol oleh struktur yang sangat kuat sebagai dampak dari regional pulau Halmahera yang kompleks. Berdasarkan interpretasi ALS, kelurusan-kelurusan yang ada memiliki arah NS-NESW. kenampakan struktur di lapangan yang dijumpai berupa kekar. Hasil bebrapa pengukuran di lapangan umumnya memiliki arah umum N345-010oE dan N030-065oE. Indikasi struktur juga dapat dilihat dari sungai/creek yang sempit dan relatif lurus.
Akibat dari differensiasi magma saat pendinginan melalui proses normal meyebabkan terjadinya selingan layer gabbro dan basalt secara berulang-ulang dan juga sedikit dijumpai delorite. Dimana satuan gabbro bersifat getas, mudah patah menerima tekanan sesuai dengan arah sesar naik dengan arah tegasan utama berkisar antara SE-NW akibat pengaruh gaya tekan dari batuan ultramafik sehingga menyebabkan serpentinisasi secara regional dan termilonitisasi. Sering dijumpai dalam bentuk kristal yang melembar, dibawah kondisi tekanan membentuk mineral Antigorite dan apabila statis membentuk chrysotile.
Lithologi
Berdsarkan penyelidikan untuk batuan ultramafik dapat diketahui bahwa biasanya batuan ini mengandung nickel. mengenai tempat yang baik untuk mencari endapan nikel adalah bila kondisi topografi daerah menguntungkan. Misalnya, terletak pada daerah perbukitan kecil dan juga diantara lembah. sehingga akumulasi nikel berada pada punggunggan dari perbukitan kecil.
Secara geologis, batuan ultrabasa diketahui mengandung sejumlah kecil nikel yang terikat dengan silika. Oleh karean adanya proses pelapukan batuan, maka ikatan tersebut mudah terurai sehingga akan terjadi penghilangan silikat di suatu sisi, dan terjadi pengkayaan nikel pada lapisan atau horison tertentu pada hasil pelapukan batuan tersebut.
Limonite..
Limonite mendominasi hampir di seluruh lintasan pemetaan yang dilalui, terkonsentrasi baik pada puncak-puncak punggungan (top ridge), umumnya berwarna coklat gelap hingga coklat kemerahan, iron stone yang tersebar di permukaan terutama di bagian punggunggan, geothite setempat-setempat dan silica boxwork yang lapuk menumpang pada outcrop.
Rocky Laterite..
Umumnya tersusun oleh batuan ultrabasa Harzburgite yang tersebar hampir di seluruh punggunggan-punggunggan terutama dibagian utara dan Dunite yang hadir setempat-setempat.
secara garis besar litologi yang menyusun didominasi oleh batuan ultrabasa jenis Harzburgite dan sedikit ditemukan Dunite, yang kaya akan piroksen kurang lebih 45%, berdasarkan hasil logging dan mapping serpentinisasi sekitar kurang lebih 45%-75% (N-B)(MS-SSHZ), dengan tingkat pelapukan, struktur yang sering ditemukan yaitu shear dengan indikasi brecciated pada permukaan dalam kegiatan mapping sering dijumpai fracture N10oE-N65oE.
Kekerasan rata-rata sekitar Me-Ha. Texture yang dijumpai yaitu dari clayey - moderately brecciated, sedangkan di bagian utara memanjang dari NE-SW berada di sisi gawir dengan slope -55o sampai dengan 100o terdapat sisipan boxwork 15% - 20% muncul dipermukaan sebagai sisipan. pada daerah ini karakteristik yang paling menyolok dan sering dijumpai pada saat pengeboran yaitu saprolite yang berwarna abu-abu kepucatan sampai dengan abu-abu kehijauan pada rock basement berwarna hitam pekat.
Beberapa data yang diperoleh seperti penggantian zona ubahan olivine yang teralterasi menjadi serpentinisasi akibat proses hidrotermal didukung oleh data inklusi fluida dan hubungan potong memotong antara zona sesar yang berhubungan dengan mineralisasi, dengan prediksi paling tidak telah terjadi dua episode kegiatan hidrotermal yang dipicu oleh kegiatan tektonik di daerah penelitian.
Outcrops..
Singkapan outcrops dominasi tersingkap pada di sepanjang creek-creek yang dijumpai pada linatasan yang di lalui. Singkapan yang dijumpai didominasi oleh Harzburgite, abu kehitaman, massive, terkekarkan, piroksen, olivine, serpentine, terserpentinisasi lemah sampai kuat, dan tingkat pelapukan umumnya weak weathering - medium weathering intensity. setempat-setempat dijumpai Dunite, coklat keabuan, massive, olivine terlapukan (coklat), serpentinisasi lemah sampai kaut.
Kekerasan outcrop sekitar medium - hard. umumnya batuan beku plutonik karena mineral penyusunnya relatif lebih besar. texture yang dijumpai kriptokristalin -penerokristalin, fanerik - afanitik, dan mempunyai batas kristal euhedral derajat kristalinitas holokristaline. Terdapat sisipan boxwork 15%-20% muncul dipermukaan sebagai sisipan.
Ada apa dengan Mineralisasi Nickel??
Morfologi
Endapan Nickel Memiliki morfologi yang menarik karena terdiri dari perbukitan bergelombang yang memanjang dibatasi oleh struktur. Secara keseluruhan dikontrol tiga sekaligus pola-pola pengaliran yang merupakan implementasi struktur antara lain, trelis, paralel dan dendritik. Lebar sayap punggungan rata-rata kurang lebih 50-550 meter. Hal ini diikuti dengan sebaran distribusi nikel laterite yang mengikuti trend morfologi di atas. pola pengaliran yang berkembang adalah umumnya trelis dan berkembang menjadi sub-dendritik dengan tingkat stadia sungai muda
Umumnya untuk Halmahera Tengah beriklim tropis-subtropis dengan temperatur udara rata-rata 29,2-35.7 derajat Celcius dan kelembaban udara relatif tinggi. Curah hujan yang cukup tinggi, yaitu berkisar kurang lebih 200mm - 600mm per bulan dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan maret dipengaruhi oleh angin pasat dari tenggara dan angin pasat dari selatan.
Struktur Geologi
Pulau-pulau kelompok, Indonesia Timur sebelah timurlaut provinsi dari Maluku Utara, berada pada garis katulistiwa antara 127oE dan 129oE. Pulau-pulau ini merupakan daerah dengan tektonik kompleks di percabangan lempeng Phillippine, Australian dan Eurasian (Baker dan Malaihollo, 1996). Sukamto et al (1981) mendiskripsikan tiga provinsi berhubungan dengan geologi terutama pada daerah provinsi Halmahera Timur-Waigeo, Provinsi Halmahera-Obi Barat dan provinsi Taulud_Tidore barat. Berdasarkan penelitian geologi merupakan suatu provinsi yang tidak mengalami volkanis dikarenakan oleh batuan dasar ophiolitic muncul dipermukaan di awal pengendapan Cretaceous. Sehingga provinsi Halmahera Barat diangap sebagai suatu busur volkanik yang klasik.
Daerah endapan nickel sangat dikontrol oleh struktur yang sangat kuat sebagai dampak dari regional pulau Halmahera yang kompleks. Berdasarkan interpretasi ALS, kelurusan-kelurusan yang ada memiliki arah NS-NESW. kenampakan struktur di lapangan yang dijumpai berupa kekar. Hasil bebrapa pengukuran di lapangan umumnya memiliki arah umum N345-010oE dan N030-065oE. Indikasi struktur juga dapat dilihat dari sungai/creek yang sempit dan relatif lurus.
Akibat dari differensiasi magma saat pendinginan melalui proses normal meyebabkan terjadinya selingan layer gabbro dan basalt secara berulang-ulang dan juga sedikit dijumpai delorite. Dimana satuan gabbro bersifat getas, mudah patah menerima tekanan sesuai dengan arah sesar naik dengan arah tegasan utama berkisar antara SE-NW akibat pengaruh gaya tekan dari batuan ultramafik sehingga menyebabkan serpentinisasi secara regional dan termilonitisasi. Sering dijumpai dalam bentuk kristal yang melembar, dibawah kondisi tekanan membentuk mineral Antigorite dan apabila statis membentuk chrysotile.
Lithologi
Berdsarkan penyelidikan untuk batuan ultramafik dapat diketahui bahwa biasanya batuan ini mengandung nickel. mengenai tempat yang baik untuk mencari endapan nikel adalah bila kondisi topografi daerah menguntungkan. Misalnya, terletak pada daerah perbukitan kecil dan juga diantara lembah. sehingga akumulasi nikel berada pada punggunggan dari perbukitan kecil.
Secara geologis, batuan ultrabasa diketahui mengandung sejumlah kecil nikel yang terikat dengan silika. Oleh karean adanya proses pelapukan batuan, maka ikatan tersebut mudah terurai sehingga akan terjadi penghilangan silikat di suatu sisi, dan terjadi pengkayaan nikel pada lapisan atau horison tertentu pada hasil pelapukan batuan tersebut.
Limonite..
Limonite mendominasi hampir di seluruh lintasan pemetaan yang dilalui, terkonsentrasi baik pada puncak-puncak punggungan (top ridge), umumnya berwarna coklat gelap hingga coklat kemerahan, iron stone yang tersebar di permukaan terutama di bagian punggunggan, geothite setempat-setempat dan silica boxwork yang lapuk menumpang pada outcrop.
Rocky Laterite..
Umumnya tersusun oleh batuan ultrabasa Harzburgite yang tersebar hampir di seluruh punggunggan-punggunggan terutama dibagian utara dan Dunite yang hadir setempat-setempat.
secara garis besar litologi yang menyusun didominasi oleh batuan ultrabasa jenis Harzburgite dan sedikit ditemukan Dunite, yang kaya akan piroksen kurang lebih 45%, berdasarkan hasil logging dan mapping serpentinisasi sekitar kurang lebih 45%-75% (N-B)(MS-SSHZ), dengan tingkat pelapukan, struktur yang sering ditemukan yaitu shear dengan indikasi brecciated pada permukaan dalam kegiatan mapping sering dijumpai fracture N10oE-N65oE.
Kekerasan rata-rata sekitar Me-Ha. Texture yang dijumpai yaitu dari clayey - moderately brecciated, sedangkan di bagian utara memanjang dari NE-SW berada di sisi gawir dengan slope -55o sampai dengan 100o terdapat sisipan boxwork 15% - 20% muncul dipermukaan sebagai sisipan. pada daerah ini karakteristik yang paling menyolok dan sering dijumpai pada saat pengeboran yaitu saprolite yang berwarna abu-abu kepucatan sampai dengan abu-abu kehijauan pada rock basement berwarna hitam pekat.
Beberapa data yang diperoleh seperti penggantian zona ubahan olivine yang teralterasi menjadi serpentinisasi akibat proses hidrotermal didukung oleh data inklusi fluida dan hubungan potong memotong antara zona sesar yang berhubungan dengan mineralisasi, dengan prediksi paling tidak telah terjadi dua episode kegiatan hidrotermal yang dipicu oleh kegiatan tektonik di daerah penelitian.
Outcrops..
Singkapan outcrops dominasi tersingkap pada di sepanjang creek-creek yang dijumpai pada linatasan yang di lalui. Singkapan yang dijumpai didominasi oleh Harzburgite, abu kehitaman, massive, terkekarkan, piroksen, olivine, serpentine, terserpentinisasi lemah sampai kuat, dan tingkat pelapukan umumnya weak weathering - medium weathering intensity. setempat-setempat dijumpai Dunite, coklat keabuan, massive, olivine terlapukan (coklat), serpentinisasi lemah sampai kaut.
Kekerasan outcrop sekitar medium - hard. umumnya batuan beku plutonik karena mineral penyusunnya relatif lebih besar. texture yang dijumpai kriptokristalin -penerokristalin, fanerik - afanitik, dan mempunyai batas kristal euhedral derajat kristalinitas holokristaline. Terdapat sisipan boxwork 15%-20% muncul dipermukaan sebagai sisipan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar